berikut yang tidak menunjukkan unsur unsur dalam kebudayaan adalah
7Contoh hasil akulturasi antara kebudayaan Hindu Budha dengan kebudayaan Lokal asli Indonesia adalah sebagai berikut: Relief Candi Borobudur. 1. Contoh Akulturasi Seni Rupa dan Seni Ukir. Adanya pengaruh dari India tentu saja membawa perkembangan di dalam bidang Seni Rupa, ukir maupun pahat. Hal ini kenyataannya bisa disaksikan pada seni ukir
Istilahbudaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal), yang artinya hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris budaya disebut dengan culture yang berasal dari bahasa latin, yaitu colere yang berarti mengolah atau mengerjakan. Menurut Kamus Besar Bahasa
perubahansuatu unsur sosial budaya tidak dapat diikuti penyesuaiannya oleh unsur-unsur sosial budaya yang lain; laju perubahan diantara unsur-unsur sosial budaya tidak selalu seimbang antara satu dan yang lain. Ada unsur yang berubah dengan cepat, tetapi ada unsur-unsur yang berubah dengan laju yang lambat.
Berdasarkanisinya, karya sastra digolongkan menjadi 4 diantaranya : Epik, karangan yang melukiskan sesuatu secara objektif tanpa mengikuti pikiran dan perasaan pribadi diri pengarang.; Lirik, karangan yang berisi curahan hati dan perasaan pengarang secara subjektif.; Didaktif, karya sastra yang berisi pesan moral, tata krama, dan agama.; Dramatik, karya sastra yang
Daripaparan di atas dapat dianalisis bahwa unsur-unsur pokok yang perlu diperhatikan dalam konseling lintas budaya adalah sebagai berikut. 1. Klien sebagai individu yang unik, yang memiliki unsur-unsur budaya tertentu yang berpengaruh pada sikap, bahasa, nilai-nilai, pandangan hidup, dan sebagainya.
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Berikut Yang tidak menunjukkan unsur-unsur dalam kebudayaan adalah? Ani mengggunakan bahasa jawa untuk komunikasi sehari-hari. Masyarakat di pulau Bali masih banyak yang menjadi seorang petani. Suku Asmat menggunakan perahu lesung sebagai alat transportasi. Dian menulis dengan pulpen. Semua jawaban benar Jawaban D. Dian menulis dengan pulpen. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, berikut yang tidak menunjukkan unsur-unsur dalam kebudayaan adalah dian menulis dengan pulpen.. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Dalam sistem mata pencaharian di provinsi Sumatera Selatan, sebagian besar masyarakat mengandalkan hidupnya dari hasil? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.
Tujuh unsur kebudayaan universal adalah unsur-unsur yang ada dalam suatu budaya yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Foto unsur kebudayaan universal adalah beberapa unsur yang terdapat dalam suatu budaya yang memiliki sifat yang umum ataupun unsur ini dipercaya terdapat pada semua jenis kebudayaan yang ada di dunia, berbeda dengan unsur budaya spesifik yang hanya terdapat di kebudayaan masyarakat tertentu apa saja ketujuh unsur kebudayaan universal tersebut? Simak uraian selengkapnya di bawah ini,Tujuh Unsur Kebudayaan UniversalDikutip dari buku Antropologi SMA/MA Kls XI Diknas yang diterbitkan oleh Grasindo, seorang antropolog Amerika yang bernama C. Kluckholn mengemukakan bahwa terdapat unsur-unsur universal dalam suatu kebudayaan. Disebut universal karena unsur-unsur tersebut terdapat di seluruh kebudayaan yang ada di dunia. Unsur-unsur kebudayaan universal dalam bahasa Inggris disebut sebagai cultural tujuh unsur kebudayaan universal yang dimaksud adalah sebagai merupakan unsur kebudayaan yang universal yang mana setiap kebudayaan tentunya memiliki unsur ini. Unsur bahasa dalam kebudayaan terdiri dari bahasa lisan, nonlisan, maupun naskah bahasa secara umum ialahSebagai alat ekspresi, yaitu alat untuk mengekspresikan apa saja yang berada dalam diri komunikasi, yaitu untuk mengadakan hubungan atau komunikasi untuk mengadakan integrasi dan adaptasi adalah salah satu unsur budaya yang dapat berfungsi sebagai alat komunikasi. Foto kebudayaan tentunya memiliki suatu peradaban ataupun sistem pengetahuan. Sistem pengetahuan berkaitan erat dengan kemampuan manusia dalam mengenali dan mengelola apa saja yang ada di sekitar pengetahuan dalam suatu masyarakat bisa saja berupa ilmu bercocok tanam, ilmu astronomi atau perbintangan, ilmu pelayaran, dan Sistem Sosial Kekerabatan dan OrganisasiManusia merupakan makhluk sosial. Oleh karena itu, dalam suatu kebudayaan terdapat suatu sistem sosial kekerabatan dan organisasi yang diatur oleh masyarakat ini juga berkaitan erat dengan budaya-budaya masyarakat dalam melakukan interaksi antara sesamanya. Unsur ini terdiri dari sub-sistem berupa sistem kekerabatan, sistem komunitas, sistem pelapisan masyarakat, sistem politik, dan Sistem Peralatan Hidup dan TeknologiSistem peralatan hidup dan teknologi merupakan salah satu unsur kebudayaan yang mana setiap budaya memiliki peralatan hidup dan teknologi masing-masing sebagai wujud dari sebuah peradaban dalam kebudayaan ini adalah unsur yang menjelaskan tentang berbagai macam aktivitas manusia dalam memanfaatkan ataupun mengubah sesuatu yang ada di sekitarnya menjadi suatu adat merupakan bagian hasil dari beberapa unsur kebudayaan suatu masyarakat. Foto Sistem Mata PencaharianUnsur budaya tentunya tidak lepas dari sistem mata pencaharian masyarakat di suatu daerah. Setiap daerah memiliki sistem mata pencaharian yang mungkin berbeda karena disesuaikan dengan budaya dan kondisi alam di masing-masing sub-sistem dalam sistem mata pencaharian ialah berupa pertanian, perladangan, perkebunan, perburuan, peternakan, perdagangan, industri, dan masyarakat memiliki kepercayaan yang dianut. Kepercayaan tersebut kemudian diaplikasikan ke dalam aktivitas begitu, sistem religi secara tidak langsung mempengaruhi aktivitas manusia. Sistem ini berkaitan erat dengan konsep alam kebudayaan, yang meliputi alam religi ketuhanan, alam mistis ghaib dan alam profane duniawi.Kesenian merupakan unsur budaya yang universal. Kesenian sendiri merupakan bentuk dari gagasan, kepercayaan, pikiran, dan ide yang disampaikan dalam ragam jenis sendiri memiliki arti sebagai sebuah ciptaan dari segala pikiran dan perilaku manusia yang memiliki nilai fungsional, estetis dan fungsi bahasa?Apa saja sub-sistem dari sistem sosial kekerabatan?Apa contoh sistem pengetahuan dalam suatu masyarakat?
Ilustrasi desa yang simpan kutukan. ©2016 Budaya adalah suatu cara hidup berkembang yang melekat pada sekelompok orang, dan diwariskan secara turun temurun. Budaya merupakan bentuk dari pemikiran dan aktivitas dari sebuah kelompok masyarakat. Dalam sebuah kebudayaan, terdapat unsur-unsur kebudayaan yang membentuk budaya dalam sebuah kelompok masyarakat. Unsur-unsur kebudayaan tersebut dibagi menjadi tujuh unsur, yaitu bahasa, pengetahuan, organisasi sosial, peralatan hidup dan teknologi, ekonomi, religi, dan kesenian. Berikut sajikan penjelasan mengenai ketujuh unsur-unsur kebudayaan tersebut yang dapat menambah wawasan dari 8 halaman Bahasa ©Shutterstock/Kirill Bezzubkine Unsur-unsur kebudayaan yang pertama adalah bahasa. Bahasa merupakan alat bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi dengan sesamanya. Kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, yang kemudian akan diwariskan kepada generasi penerusnya dengan menggunakan bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki kedudukan yang penting dalam analisis kebudayaan manusia. 3 dari 8 halaman Pengetahuan ©2013 Nivens Unsur-unsur kebudayaan yang kedua adalah pengetahuan. Sistem pengetahuan berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi, karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Namun, yang menjadi kajian dalam antropologi adalah bagaimana pengetahuan manusia digunakan untuk mempertahankan hidupnya. Tiap kebudayaan selalu memiliki pengetahuan tentang segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Pengetahuan tersebut antara lain alam sekitarnya; tumbuhan yang tumbuh di sekitar daerah tempat tinggalnya; binatang yang hidup di daerah tempat tinggalnya; zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya; tubuh manusia; sifat-sifat dan tingkah laku manusia; ruang dan waktu. 4 dari 8 halaman Organisasi Sosial Unsur-unsur kebudayaan yang ketiga adalah organisasi sosial. Kehidupan dalam setiap kelompok masyarakat diatur oleh adat istiadat dan aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup. Kesatuan sosial yang paling dasar adalah kerabat, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Kemudian, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatan-tingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi sosial. Kekerabatan juga berkaitan dengan perkawinan, karena perkawinan merupakan inti atau dasar dalam pembentukan suatu komunitas atau organisasi sosial. 5 dari 8 halaman Peralatan Hidup dan Teknologi ©2014 Unsur-unsur kebudayaan yang keempat adalah peralatan hidup dan teknologi. Manusia selalu berusaha mempertahankan hidupnya, sehingga mereka akan selalu terdorong untuk membuat peralatan atau benda-benda untuk mendukung tujuan tersebut. Pada masyarakat tradisional, terdapat delapan macam sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik yang digunakan oleh kelompok manusia yang hidup berpindah-pindah atau masyarakat pertanian, yaitu; Alat-alat produktif Senjata Wadah Alat untuk menyalakan api Makanan, minuman, bahan pembangkit gairah, dan jamu-jamuan Pakaian dan perhiasan Tempat berlindung dan perumahan Alat-alat transportasi 6 dari 8 halaman Ekonomi Ilustrasi Unsur-unsur kebudayaan yang kelima adalah ekonomi atau mata pencaharian. Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus penting dalam kajian etnografi. Dalam penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian, mengkaji bagaimana suatu kelompok masyarakat mencukupi kebutuhan hidupnya melalui mata pencaharian atau sistem perekonomian mereka. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain; berburu dan meramu; beternak; bercocok tanam di ladang; menangkap ikan; bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi. Lima sistem mata pencaharian tersebut merupakan jenis mata pencaharian manusia yang paling tua dan banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat pada masa lampau. 7 dari 8 halaman Religi ©the Independent Unsur-unsur kebudayaan yang keenam adalah unsur religi. Kajian antropologi dalam memahami unsur religi sebagai kebudayaan manusia tidak dapat dipisahkan dari emosi keagamaan. Emosi keagamaan merupakan perasaan dalam diri manusia yang mendorong mereka untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religius. Emosi ini juga yang memunculkan konsepsi benda-benda yang dianggap sakral dalam kehidupan manusia. Dalam sistem religi masih ada tiga unsur lain yang perlu dipahami selain emosi keagamaan, yakni sistem keyakinan, sistem upacara keagamaan, dan umat yang menganut religi itu. 8 dari 8 halaman Kesenian ©2014 Gonzalez Zarraonandia Unsur-unsur kebudayaan yang ketujuh adalah kesenian. Para ahli antropologi mulai memperhatikan unsur kesenian setelah melakukan penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, relief, ukiran, dan lukisan. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental. Seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Kemudian terdapat seni gerak dan seni tari, yaitu seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Dalam kajian antropologi kontemporer terdapat kajian visual culture, yakni analisis kebudayaan yang khusus mengkaji seni film dan foto. Dua media seni tersebut berusaha menampilkan kehidupan manusia beserta kebudayaannya dari sisi visual berupa film dokumenter atau karya-karya foto. [ank]
Unsur-unsur budaya adalah berbagai konsep yang menyelubungi budaya secara umum. Unsur ini dibagi menjadi wujud, unsur-unsur kebudayaan, dan prinsip holistik. Namun, jika yang Anda cari adalah unsur-unsur kebudayaan, maka unsur tersebut adalah satuan terkecil yang membentuk kebudayaan secara umum. Unsur-unsur kebudayaan sering disebut unsur kultural universal yang terdiri dari sistem peralatan hidup, mata pencaharian, religi, pengetahuan, organisasi sosial, kesenian, dan bahasa. Baik budaya maupun kebudayaan, keduanya akan dibahas secara komprehensif pada artikel ini. Sebelum mempelajari wujud budaya dan teori pembentukannya, kita harus memiliki pegangan definisi dari budaya itu sendiri. Budaya adalah kesepakatan bersama suatu masyarakat mengenai suatu prinsip atau tata cara kehidupan secara umum yang tumbuh untuk diikuti, dipertahankan dan atau dikembangkan. Namun demikian, sebetulnya kebudayaan tidak hanya dapat diartikan seperti itu. Bahkan Kroeber dan C. Kluckhohn berhasil mengumpulkan 160 definisi budaya dalam buku yang mereka tulis. Sementara itu, Koentjaraningrat 2015 salah satu tokoh antropologi Indonesia mendefinisikan kebudayaan sebagai ”keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.” Dalam definisi tersebut, kebudayaan bermakna sangat luas dan beragam, sehingga lebih mewakili definisi umum dari kebudayaan. Penjelasan lengkap mengenai pengertian budaya dan kebudayaan dapat dibaca pada artikel di bawah ini. Pengertian Budaya, Unsur, Wujud & Fungsi Menurut Para Ahli Sementara itu, wujud dari kebudayaan sendiri terdiri dari beberapa sistem yang membentuknya. Seperti diutarakan oleh Koentjaraningrat 2015, yang membagi kebudayaan dalam tiga wujud, yaitu 1 ideas sistem ide; 2 activities sistem aktivitas; 3 artifacts sistem artifak. Berikut adalah penjabaran dari masing-masing wujud kebudayaan. 1. Sistem Ide Wujud kebudayaan sebagai sistem bersifat abstrak dan tidak dapat dilihat atau diraba dan hanya terasa dan tersimpan dalam pikiran individu dan kelompok penganut kebudayaan tersebut. Bentuknya dalam kehidupan sehari-hari mewujud pada adat istiadat, norma, agama, hukum dan undang-undang. Contohnya nyatanya sebetulnya sudah cukup jelas dari contoh bentuk yang telah diuraikan. Misalnya norma sosial yang tidak ditetapkan namun sepakat diikuti oleh masyarakat agar menjaga kehidupan sosial. Terdapat pula aturan tertulis yang ditetapkan oleh pemimpin sebagai payung perlindungan hukum bagi masyarakatnya. 2. Sistem Aktivitas Seperti namanya, wujud kebudayaan ini merupakan kegiatan atau aktivitas sosial yang memiliki pola tertentu dari individu dalam suatu masyarakat. Sistem ini dapat terjadi melalui interaksi antar manusia yang berinteraksi dengan sesamanya. Berbeda dengan wujud ide, wujud aktivitas dapat dilihat dan dirasakan langsung kehadirannya. Contohnya adalah upacara perkawinan adat tertentu, kegiatan kampanye untuk mendukung calon pemimpin, dsb. Setiap upacara adat tertentu pasti memiliki suatu aktivitas yang kontinu secara turun-temurun sama. Partai tertentu juga memiliki kegiatan dengan pola, visi dan misi yang sama dan dijaga pula konsistensinya. 3. Sistem Artifak Artifak adalah wujud yang paling konkret dari kebudayaan. Berbentuk benda fisik yang bisa dilihat, diraba dan dirasakan langsung oleh pancaindra. Misalnya, wayang golek dari Jawa, dan kain ulos dari Batak. Benda-benda tersebut merupakan perwujudan dari ide hingga aktivitas individu dari suatu masyarakat. Terkadang beberapa wujud aktivitas membutuhkan artifak khusus, begitu pula sebaliknya. Tidak hanya adat-istiadat, kegiatan kampanye juga biasanya dapat diiringi oleh lambang-lambang partai pada bendera, kaus, dan atribut lainnya. Unsur Unsur Kebudayaan Sampailah kita pada unsur-unsur kebudayaan, yakni satuan terkecil namun dapat berupa unsur besar yang membentuk suatu kebudayaan. Koentjaraningrat 2015, berpendapat bahwa terdapat tujuh unsur kebudayaan, yaitu 1. Sistem Bahasa Bahasa adalah sarana berkomunikasi manusia yang sangat dibutuhkan dalam berbudaya. Bahkan, Koentjaraningrat 2015 berpendapat bahwa bahasa atau sistem perlambangan manusia baik secara tertulis maupun lisan yang digunakan adalah salah satu ciri terpenting dari suatu kebudayaan suku bangsa. Masih senada, Keesing berpendapat bahwa kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya dan mewariskannya ke generasi penerusnya sangatlah bergantung pada bahasa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahasa memiliki andil yang sangat signifikan dalam menjadi salah satu unsur unsur budaya dari kebudayaan manusia. 2. Sistem Pendidikan Sejatinya kebudayaan adalah pengetahuan yang diikuti oleh masyarakat penganutnya. Sehingga sistem pengetahuan dalam konteks kultural universal sangatlah dibutuhkan. Misalnya, bagaimana sistem peralatan hidup hingga sistem kalender pertaian tradisional yang disebut sistem pranatamangsa telah digunakan sejak dahulu oleh nenek moyang kita untuk menjalankan pertaniannya. Menurut Marsono, sistem pranatamangsa tersebut telah digunakan oleh masyarakat Jawa lebih dari 2000 tahun yang lalu. Sistem tersebut digunakan untuk menentukan kaitan tingkat curah hujan dengan kemarau, sehingga petani akan mengetahui kapan saat yang tepat untuk mengolah tanah, saat menanam dan masa panen yang baik. Menurut Koentjaraningrat, sistem pengetahuan pada awalnya belum menjadi pokok pembahasan dari penelitian antropologi studi budaya, karena para Ahli berasumsi bahwa suatu kebudayaan di luar bangsa Eropa tidak mungkin memiliki sistem pendidikan yang lebih maju. Namun, asumsi tersebut terpatahkan secara lambat laun, karena tidak ada suatu masyarakat yang sanggup berbudaya atau bahkan bertahan hidup jika tidak memiliki sistem pengetahuan yang diwariskan kepada penerusnya. 3. Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial Unsur budaya berupa sistem ini merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat, setiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh aturan-aturan dan adat istiadat dari kesatuan yang ada di lingkungan sehari-hari masyarakat tersebut. Satuan terkecil dari kelompok yang menghasilkan aturan dan adat tersebut adalah keluarga inti. Kemudian, kesatuan lain yang lebih besar dapat berupa letak geografis, suku, hingga kerajaan ataupun kebangsaan. Sistem kekerabatan dan organisasi sosial dapat dilihat melalui beberapa cara mereka melakukan jenis perkawinan, prinsip menentukan pasangan mencari jodoh, adat menetap, dan jenis keluarga. Berikut adalah pemaparan sistem kekerabatan dan organisasi sosial sebagai salah satu unsur dari unsur unsur budaya. a. Jenis perkawinan Perkawinan dapat memiliki beberapa jenis. Jenis yang dimaksud adalah bagaimana hubungan perkawinan itu terjalin, apakah hanya menikah dengan satu orang monogami atau dengan beberapa pasangan? berikut pemaparan jenis-jenis perkawinan menurut Marvin Harris. Monogami, menikah dengan satu pasangan/orang saja. Poligami, menikah dengan beberapa orang. Poliandri, seorang perempuan yang menikahi lebih dari satu pria. Poligini, seorang pria yang menikah lebih dari satu perempuan. Perkawinan kelompok, jenis perkawinan yang memperbolehkan pria melakukan hubungan intim dengan beberapa wanita satu sama lain. Levirat, perkawinan antar janda dengan saudara laki-laki dari suaminya yang telah meninggal. Sororat, perkawinan antarseorang duda dengan saudara perempuan istrinya yang telah meninggal. b. Prinsip Jodoh Ideal Selain jenisnya, perkawinan juga dapat memiliki prinsip jodoh ideal yang ditetapkan oleh suatu budaya. Berikut adalah beberapa prinsip jodoh ideal yang diketahui. Prinsip Endogami, prinsip yang memilih jodoh atau calon pasangan perkawinan dari kerabatnya sendiri. Misalnya masyarakat Jawa Kuno biasanya cenderung memilih pasangan dari sepupu jauh untuk menjaga kemurnian kebangsawanan atau kasta pada masyarakat Bali. Prinsip Eksogami, merupakan prinsip yang memilih calon pasangan yang berasal dari luar kerabat atau klan. Masyarakat Batak menerapkan prinsip ini dengan memilih marga lain yang disebut dengan konsep dalihan na tolu. c. Adat Menetap Setelah perkawinan berlangsung tempat menetap atau tinggal juga menjadi bahasan unsur kekerabatan. Koentjaraningrat mengatakan bahwa terdapat tujuh macam adat menetap setelah menikah, di antaranya adalah sebagai berikut. Utrolokal, kebiasaan menetap di sekitar kerabat suami atau istri. Virilokal, adat yang menetapkan pengantin harus menetap di sekitar kediaman kerabat suami. Uxorilokal, adat yang menetapkan pengantin menetap di sekitar kediaman kerabat istri. Biolokal, adat yang menetapkan pengantin harus menetap di sekitar kediaman kerabat suami dan istri secara bergantian. Avunlokal, adat yang menetapkan pengantin untuk tinggal di sekitar tempat kediaman saudara laki-laki dari suami ibu. Natolokal, adat yang menetapkan pengantin untuk tinggal terpisah dan suami tinggal di rumah kerabatnya. Neolokal, adat yang menetapkan pengantin untuk tinggal di kediaman baru yang tidak dekat dengan kedua kerabat pengantin suami ataupun istri. d. Jenis Keluarga Keluarga Batih Inti, Konjugal, dan Keluarga Luas Melalui perkawinan terbentuk keluarga batih, yaitu keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Keluarga batih/keluarga inti atau nuclear family adalah kelompok terkecil dari masyarakat yang didasarkan atas hubungan darah dari anggotanya. Berikut ini adalah beberapa jenis keluarga Keluarga batih inti, terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya. Keluarga konjugal, keluarga inti ayah, ibu, dan anak yang terdapat interaksi dengan kerabat salah satu atau dua pihak orang tua ayah dan ibu dari keluarga inti. Keluarga luas, meliputi hubungan antara paman, bibi, kakek, keluarga kakek, dsb. 4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi Sistem peralatan dan teknologi adalah salah satu unsur kebudayaan yang menadi perhatian awal dari para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia. Rasanya jelas alasannya, karena peralatan hidup dan teknologi yang mereka gunakan akan banyak memberikan informasi mengenai kehidupan sehari-hari dari masyarakat. Koentjaraningrat mengatakan bahwa masyarakat tradisional terdapat delapan macam sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik yang digunakan oleh masyarakat dalam budayanya. Berikut adalah beberapa sistem peralatan tersebut. a. Alat-alat produktif Alat produktif adalah alat untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai guna bagi individu atau masyarakat dan budaya secara umumnya. Dapat sesederhana batu untuk menumbuk padi, atau alat kompleks untuk menenun kain. b. Senjata Sebagai alat produktif, senjata digunakan untuk berburu binatang atau menangkap ikan. Namun, alat ini juga digunakan untuk melindungi diri dari binatang buas hingga berperang. c. Wadah Yakni alat untuk menyimpan, memuat, dan menimbun barang. Awalnya wadah tampak sepele bagi masyarakat, namun seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, wadah menjadi kebutuhan primer dan terus dikembangkan. Misalnya, salah satu wadah yang paling besar dan permanen adalah lumbung padi. d. Alat Menyalakan Api Api merupakan unsur penting dalam kehidupan masyarakat. Sehingga cara menyalakannya menuntut sistem dan teknologi yang lebih maju. Pada zaman prasejarah, manusia membuat api dengan cara menggesek-gesek dua buah batu. Cara tersebut terus berkembang menjadi menggesekkan kayu kering di atas dedaunan kering, minyak hingga penggunaan gas. e. Kuliner Makanan, Minuman, Jamu-jamuan, dsb Sistem pengetahuan cara memasak setiap kelompok masyarakat berbeda-beda. Dalam antropologi, jenis dan bahan makanan tertentu dapat memberikan arti dan simbol khusus bagi masyarakatnya, atau dikaitkan dengan keagamaan tertentu. Misalnya, babi diyakini haram oleh kaum muslim, sehingga umat Islam tidak akan memiliki tata cara memasak babi. Sebaliknya, di Papua babi justru menjadi simbol makanan penting dan biasa dijadikan mahar dalam pesta pernikahan. f. Pakaian dan Tempat Perhiasan Pembahasan fungsi pakaian sebagai alat produktif dalam studi antropologi termuat pada “bagaimana teknik pembuatan dan cara menghias pakaian dan tempat perhiasan?”. Suatu masyarakat biasanya selalu memiliki tradisi atau adat istiadat dalam pembuatan pakaian adat. Sehingga setiap negara atau bahkan suku bangsa memiliki ciri khas pakaian kebesarannya sendiri. Pakaian ini juga dapat berfungsi sebagai simbol-simbol budaya tertentu yang merepresentasikan adat istiadat, norma dan nilai-nilai suku bangsa tersebut. g. Tempat Berlindung dan Perumahan Seperti pakaian, setiap suku bangsa dan negara cenderung memiliki rumah khas yang berbeda dengan kebudayaan lain. Manusia juga cenderung membangun rumah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan letak geografis yang ditempatinya. Masyarakat Jawa membangun rumah dengan jendela yang besar karena suhu udara tropis yang lembab. Sementara masyarakat eskimo justru memanfaatkan bongkahan es yang tersedia di sekitarnya karena bahan yang terbatas dan ternyata cara itu berhasil menghindarkan mereka dari kedinginan. h. Alat-Alat Transportasi Manusia selalu memiliki kebutuhan untuk berpindah dan bergerak dari titik 1 ke titik 2. Kebutuhan mobilitas tersebut semakin tinggi hingga dibutuhkan alat transportasi yang bukan hanya untuk memindahkan manusia saja, namun untuk memindahkan barang-barang hasil dari perekonomian yang semakin maju. Beberapa contoh dari alat transportasi adalah sesederhana sepatu, binatang yang dilatih, alat seret, kereta beroda, rakit dan perahu. Kini, manusia sudah memanfaatkan alat transportasi yang lebih canggih seperti kereta api, kapal laut, mobil, hingga kapal terbang. 5. Sistem Ekonomi/Mata Pencaharian Hidup Sistem ini menjadi fokus kajian penting dari etnografi. Bagaimana masyarakat mencari mata pencaharian atau bagaimana sistem perekonomian mereka dapat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional meliputi 1 berburu dan meramu; 2 beternak; 3 bercocok tanam di ladang; 4 menangkap ikan; 5 bercocok tanam, menetap dengan sistem irigasi. Namun setelah terpengaruh oleh arus modernisasi dengan patokan utama berkembangnya sistem industri, pola hidup manusia berubah dan tidak hanya mengandalkan mata pencaharian tradisional. Di dalam masyarakat modern, individu masyarakat lebih banyak mengandalkan pendidikan dan keterampilannya dalam mencari pekerjaan untuk mendapatkan upah. 6. Sistem Religi Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah dua pertanyaan berikut 1 mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia?, 2 Mengapa manusia melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut? Usaha menjawab kedua pertanyaan tersebutlah yang menjadi penyebab lahirnya sistem religi. Selain itu, pendekatan antropologi dalam memahami unsur sistem religi tidak dapat dipisahkan dari religious emotion atau emosi keagamaan. Emosi keagamaan adalah perasaan dalam diri manusia yang mendorongnya untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religius. Emosi keagamaan ini pula yang memunculkan konsep benda-benda sakral dalam kehidupan manusia. Dalam sistem religi terdapat tiga unsur yang harus dipahami selain emosi keagamaan, yaitu 1 sistem keyakinan, 2 sistem upacara keagamaan, dan 3 umat yang menganut religi itu. Sistem religi juga mencakup mengenai dongeng, legenda, atau cerita teks yang dianggap suci mengenai sejarah para dewa-dewa mitologi. Cerita keagamaan tersebut terhimpun dalam buku-buku yang dianggap sebagai kesusastraan suci. Selain teks keagamaan, unsur lain yang menjadi bagian dari sistem religi adalah sebagai berikut. Tempat dilakukannya upacara keagamaan, seperti candi, pura, kuil, surau, masjid, gereja, wihara atau tempat-tempat lain yang dianggap suci oleh umat beragama. Waktu dilakukannya upacara keagamaan, yaitu hari-hari yang dianggap keramat atau suci atau hari yang telah ditentukan untuk melaksanakan acara religi tersebut. Benda-benda dan alat-alat yang digunakan dalam upacara keagamaan, yaitu patung-patung, alat bunyi-bunyian, kalung sesajen, tasbih, rosario, dsb. Orang yang memimpin suatu upacara keagamaan, yaitu orang yang dianggap memiliki kekuatan religi yang lebih tinggi dibandingkan anggota kelompok keagamaan lainnya. Misalnya, ustad, pastor, dan biksu. Dalam masyarakat yang tingkat religinya masih relatif sederhana pemimpin keagamaan adalah dukun, saman atau tetua adat. 7. Kesenian Perhatian antropologi terhadap seni bermula dari penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Data yang dikumpulkan berupa deskripsi mengenai benda-benda atau artifak yang memuat unsur seni seperti patung, ukiran, dan hiasan. Awalnya, teknis pembuatan adalah hal yang paling diperhatikan. Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan, penelitian mendalam mengenai teks, simbol dan kepercayaan yang menyelubungi seni dalam berbagai wujudnya mulai dari seni rupa, tari, drama, dikaji dan diteliti pula. Prinsip Holistik dalam Memahami Unsur Unsur Budaya Kultural Universal Pengertian holistik adalah memahami keterkaitan antara satu unsur dengan unsur yang lain dalam sebuah kesatuan kebudayaan. Untuk menyusun etnografi berdasarkan atas unsur-unsur budaya tersebut maka harus dicari salah satu unsur yang berkaitan dan saling melengkapi unsur yang lain dalam kebudayaan. Misalnya, suatu unsur pengetahuan yang berkembang di dalam masyarakat Jawa akan berhubungan dengan sistem mata pencaharian seperti pertanian karena adanya sistem pranatamangsa di dalam masyarakat Jawa. Selanjutnya, teknologi berkaitan dengan sistem pengetahuan manusia karena suatu hasil karya teknologi berdampak pada semakin majunya sistem pengetahuan masyarakat. Selain itu, teknologi juga berpengaruh pada sistem kekerabatan dan organisasi sosial suatu masyarakat karena adanya pergeseran norma dan nilai sosial sebagai dampak penerapan suatu teknologi baru. Referensi Koentjaraningrat. 2015. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta Rineka Cipta.
Budaya merupakan perkembangan majemuk dari budi daya, yang berarti daya dari budi. Jadi budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, rasa, dan karsa. Budaya menurut ilmu antropologi adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan tindakan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dalam kebudayaan secara universal antara lain sebagai berikuta. BahasaBahasa merupakan alat pengantar dalam berkomunikasi. Perbedaan pada setiap wilayah di Indonesia berbeda-beda, ditentukan oleh adat-istiadat, wilayah, dan demografi. Contoh penduduk yang tinggal di wilayah pesisir, pegunungan, dan perkotaan memiliki perbedaan tutur kata karena pengaruh letak Sistem pengetahuanPengetahuan sangat berguna untuk melahirkan ide-ide yang baru dan kreatif. Tanpa ada pengetahuan maka pengetahuan tidak akan tercipta, apalagi Organisasi sosialManusia membutuhkan manusia lain dalam hidupnya. Maka, organisasi muncul untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai makhluk Peralatan hidup dan mengembangkan peralatan hidup dan teknologi untuk dapat menyiasati lingkungan tempat tinggalnya. Contoh masyarakat petani dan peladang membuat alat-alat pertanian untuk dapat membantu mereka dalam bercocok Mata pencaharianManusia membutuhkan mata pencaharian untuk dapat memenuhi kebutuhan Sistem religiSistem religi muncul untuk memenuhi kebutuhan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia sadar terdapat zat yang menguasai seluruh bumi dan alam KesenianManusia tidak hanya memerlukan kebutuhan fisik, tetapi juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikisnya. Oleh karena itu manusia menciptakan kesenian yang dapat dirasa dan kebudayaan universal di atas diturunkan lagi menjadi kebudayaan khusus. Misalnya adat istiadat, pertanian, kekerabatan, toleransi, dan alat pertanian. Faktor geografis sangat mempengaruhi unsur budaya, karena terdapat keterkaitan antara aspek alam faktor geografis dengan aspek manusia kebudayaan.Definisi kebudayaan selalu berkaitan dengan batas-batas fisik dan geografis, misalnya budaya Sunda merupakan suatu tradisi yang berkembang di Tanah Sunda, budaya Minangkabau berkembang di Sumatera Barat.
berikut yang tidak menunjukkan unsur unsur dalam kebudayaan adalah